header-photo

Tuhan...

Dua minggu lalu dia menyoal tentang Tuhan. - Agak keras.

Semalam Tuhan menjawab.

Hari ini dia bersujud taubat dan bersyukur.

Dan aku seorang insan yang paling gembira!

Ali! Yay 2!!!





Ali! Yay!!!





Hujan...

Hujan yang turun, bawalah pergi bersamamu resahku ini.

Kekasih...

Doaku buat kekasih yang pergi, "Semoga kau terpelihara dan sejahtera hingga akhir hayat."

Rasa...

Sesekali sengaja aku dedahkan hatiku ini untuk disakiti agar aku tahu, aku masih punya rasa...

Sunyi...

Sunyi itu racun bagi tidak berbuat apa-apa,
tetapi penawar hati dan jiwa yang luka bagi yang mengetahui.

Kebahagiaan...

Aku menggembara jauh dan luas dalam bilik sempit ini untuk mencari sedikit kebahagiaan...

Anak...

Aku hanya mahu,
memelukmu,
menciummu,
dan mendengar ceritamu.

Aku hanya mahu,
kau bersamaku
mengubati lukaku
dan menawar rinduku.

Anak,
kau dalam hatiku,
dan suatu hari,
kau akan mengerti
kegilaan semuanya ini.

Dekat...

Dia kata aku tidak dekat dengan Tuhan...

Aku tersenyum.

Bagaimana dia boleh tahu ya?

Hebat manusia zaman kini!

Endorsement...

Aku hanya boleh berusaha semampu akal dan kudrat, selebihnya perlu "endorsement" Allah...

Imaginasi...

Aku baring menatap siling putih yang sedang aku hiasi dengan warna-warna imaginasiku...

Janji...

Dia ingin mengingatkan, "Kau begitu terseliuh fahaman dan pendirian. Kau takut menghadapinya. Lantas kau meninggalkannya. Ini satu kesilapanmu yang paling besar..."


...dan yang paling menyakitkan dan menyiksa dirinya adalah mangsa itu...anak mereka.

"Jalan mudahmu adalah dengan memijak-mijak janji-janjimu dulu untuk setia."

Mimpi dan realiti...

Setiap kali aku menutup mata, aku dibuai mimpi-mimpi indah bersamamu. Namun, setiap kali aku terjaga, dunia ini bagai mimpi yang buruk...

Cinta...

Cinta, tidak patut berseni, biarkan saja meliar...

Bisikan pagi 2...

Pagi dingin membawa pelbagai janji,
aku ingin memahami tamsilan apakah ini?

Bisikan malam...

Malam sunyi dan sepi,
jiwaku menyanyi dibakar api...

Bisikan petang...

Petang membara dan burung-burung gembira berkicau,
aku yang menggembara, tidak henti dilanda rasa kacau.

Bisikan pagi...

Pagi redup dan dingin.
Aku hidup bagai angin...

Enam Biji Mata...

Saya sedar mereka memanggilku. Menjenguk, sememangnya enam biji mata terdongak-dongak melihatku. Senyum, saya menuju ke arah mereka.

"Omar...kakak...abang...sabar ya. Beri saya selewatnya dua minggu. Saya akan datang menjemput kalian."

Mereka senyap. Enam biji mata itu masih melekat pada saya.

Tiba-tiba Omar menghampiri, menyondol kepalanya dan terus menjilat-jilat tangan saya.

"Sabar ya. Saya akan kembali menjemput kalian kelak," sambil mengusap kepala dan tengkuknya.

Diriku tiba-tiba dilanda rasa...

Saya cepat menutup pagar dan beredar. Saya pasti mereka lihat linangan airmata dan sama berdoa kesejahteraan buat semua.