Ini sebenarnya kampung kami. Tanah sawah "bapak" dan adik-beradiknya sekitar dua ekar masih di sini.
Namun, kami jarang "pulang". Orang-orang "lama" kini sudah tiada. Dan yang ada pun saudara terdekat (di sini hampir semua penduduk ada pertalian darah).
Terkenang waktu Firdaus "meraung" tengah malam setelah sebelah petangnya dia berlari-lari menikmati suasana dan kelapangan tanah sawah.
Terkenang juga arwah datuk...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 reaksi:
oh itu di melaka tue...Durian Tunggal
Post a Comment